Searching

Wednesday, March 21, 2012

Softskill dan Hardskill


Ø  Apa Yang Dimaksud Dengan Softskill ?
Softskills adalah ketrampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (termasuk dengan dirinya sendiri). Atribut softskills, meliputi nilai yang dianut, motivasi, perilaku, kebiasaan, karakter dan sikap. Atribut softskills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda pada setiap orangnya, dipengaruhi oleh kebiasaan berpikir, berkata, bertindak dan bersikap. Tetapi, atribut ini bisa berubah apabila orang yang bersangkutan memiliki kemauan untuk merubah, caranya hanyalah berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru. 
Aribowo, seorang penulis buku-buku serial manajemen diri, membagi soft skills atau people skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Sementara itu, Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam hubungannya dengan orang lain.

Ø  Apa Perbedaan Hardskill dan Softskill ?

Dari beberapa sumber yang saya dapat, saya menyimpulkan bahwa hardskill adalah kemampuan seseorang yang menekankan pada IQ, yaitu kemampuan seseorang dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dan kemampuan teknis lainnya yang berhubungan dengan bidang ilmunya.
Sedangkan softskill adalah kemampuan atau keterampilan seseorang yang menyangkut kehidupan sosialnya yang lebih menekankan pada EQ (Emotional Intelligence Quotient)
seseorang dibandingkan IQ nya.
Sehingga dapat ditemukan perbedaan antara hardskill dengan softskill. Hardskill berupa kemampuan seseorang yang sifatnya visible, sehingga orang lain dapat dengan segera melihat apakah orang tersebut memiliki kemampuan dibidangnya atau tidak saat diuji untuk melakukan sesuatu dibidangnya masing-masing. Sedangkan Softskill bersifat invisible sehingga orang lain tidak dapat langsung melihat dengan segera softskill seseorang, seperti kemampuan seseorang dalam beradaptasi atau kemampuan seseorang dalam memimpin.
Lalu ,antara softskill dan hardskill mana yang lebih baik dari keduanya? Jawabannya, Softskill dan Hardskill adalah dua keterampilan yang harus saling mendukung. Keduanya harus berjalan dan tumbuh secara seimbang. Karena lulusan yang baik adalah lulusan yang memiliki keseimbangan antara softskill dan hardskill.

Ø  Keterkaitan  softskill dan hardskill terhadap dunia kerja dan kuliah ?
Keseimbangan dari pertumbuhan hardskill dan softskill akan membuat kita mengalami sukses lebih cepat dan lebih jauh dari kesuksesan yang hanya ditunjang oleh salah satu faktor tersebut. Perpaduan antara hardskill dan softskill sangat diperlukan untuk meraih jenjang karir yang tinggi atau memperluas bisnis di masa depan. Banyak lulusan dari perguruan tinggi baik itu negeri dan swasta yang tidak siap menghadapi dunia nyata atau dunia kerja. Persaingan yang ketat kita di tuntut untuk memiliki kempuan yang lebih bukan hanya kemampuan Hardskill (nilai IPK yang tinggi) tetapi kita di tuntut untuk memiliki  softskill sebuah kompetensi seorang lulusan.   Kompetentsi lulusan yang di harus dimiliki didalam menghadapi persaingan di dunia nyata antara lain:  komunikasi tertulis, bekerja dalam tim, teknologi, berpikir logis, berkomunikasi lisan, bekerja mandiri, ilmu pengetahuan dan berpikir analitis. 
Bukan hanya di lingkungan akademis kita di tuntut untuk mengembangkan sofkill kita, sebelum nantinya kita siap untuk memasuki dunia nyata tapi pengasahahan sofkill juga di dalam agama kita di suruh untuk mengasahnya keterampilan menjadi seorang yang profesional dan ahli di bidang yang digeluti. Sukses meraih cita-cita dan karir di masa depan tidak hanya ditentukan oleh hardskill, seperti tingginya nilai indeks prestasi (IP), penguasaan teori serta terampil dalam mengoperasikan peralatan laboratorium dan perangkat berteknologi tinggi. Istilah softskill memang tergolong baru terdengar, tetapi softskill merupakan kemampuan-kemampuan dasar yang perlu ditumbuhkan dalam diri kita, agar kita dapat memotivasi diri dan orang lain.

Ø  Softskill apa saja yang dibutuhkan oleh suatu perubahan ?
·       Bisa beradaptasi dengan lingkungan
·       Dapat mengelola sumber daya
·       Mempunyai jiwa kepemimpinan
·       Pribadi yang bisa bertanggung jawab   
·       Memiliki kreasi dan berinovasi
·       Pandai membangun relasi dan berkomunikasi dengan orang lain
·       Memotivasi diri dan orang lain supaya mengarah ke kehidupan yang lebih baik

Tuesday, November 29, 2011

Manusia dan Pandangan Hidup


v Pengertian Pandangan Hidup
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depan seseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
 Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatu Negara
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideology.
 Pandangan hidup pada dasarnya memiliki unsur-unsur, yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan, keempat unsur ini merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ø  Cita-Cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan dating. Pada umumnya
Cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan kata lain, cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Disini persyaratan dan kemampuan tidak/belum dipenuhi sehingga usaha untuk mewujudkan cita-cita itu tidak mungkin dilakukan. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu.
Dapat tidaknya seseorang mencapai apa yang dicita-citakannya tergantung dari 3 faktor:
-      -    Faktor manusia yang memiliki cita-cita
-       -   Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakannya
-       -  Seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai.

Ø  Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yagn sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral.
 Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik dan buruk itu ditentukan oleh suara hati.
Suara hati selalu mengarahkan pada kebaikan, oleh sebab itu suara hati selalu mendesak orang untuk berbuat baik. Dan apabila seseorang berbuat sesuatu sesuai dengan bisikan hatinya, maka orang tersebut akan melakukan perbuatan baik. Jadi baik atau buruk itu dilihat menurut suara hati sendiri.
Jadi kebajikan adalah perbuatan yang sesuai dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya, karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.
 Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku seseorang adalah:
-Faktor pembawaan
-Faktor lingkungan
-Faktor pengalaman

Ø  Usaha/perjuangan
Usaha /perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan, karena kemampuan terbatas timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya.






Ø  Keyakinan/kepercayaan

Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.

Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, terdapat 3 aliran filsafat yaitu :

1. Naturalisme: hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu berasal dari nature, dan itu dari Tuhan. Tetapi yang tidak percaya pada Tuhan, nature itulah yang tertinggi. Aliran naturalisme berisikan spekulasi mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada.
2.  Intelektualisme: dasar aliran ini adalah logika/akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir, mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan berpikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses.
3.  Gabungan: dasar aliran ini idalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nurani. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbil dua kemungkinan pandangan hidup.



v Cara  Berpandangan Hidup yang Baik
Kita harus memiliki cara berpandangan hidup, karena dengan itu kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita dengan baik dalam kehidupan. Agar tujuan tercapai dengan baik, maka kita  harus  mengenal, mengerti, menghayati, meyakini, mengabdi, dan mengamankan pandangan hidup kita.

Jadi, Cita-cita dapat disimpulkan sebagai keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran yang ingin diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Kita harus mengejar cita-cita kita sampai setinggi-tingginya. Jika harapan kita tidak terpenuhi, maka jangan lah berputus asa, karena semua itu hanya sebuah keberhasilan yang tertunda. Yakinlah bahwa Tuhan telah  mengatur itu semua dan merencanakan yang lebih baik lagi untuk diri kita.


sumber :
Digital book Universitas Gunadarma

Nama: Azelya Septarani
NPM: 11511341
Kelas: 1PA07